Merekam Jejak Rangmuda/i Surau Merantau Sekolah Alam Tangerang

Alam Takambang Jadi Guru

Surau merantau - Alam Takambang Jadi Guru

Alam Takambang Jadi Guru


Lelah jadi lillah insyaa Allah berkah melimpah
Pagi-pagi kami sudah bersiap dan bersemangat. Eiiit... ada yang sudah berselimut air dingin di pagi sebelum shubuh sampai menggigil sekitar 9 SR. Mandi disini jam 4 sama dengan mandi di kampung asal jam 3 karena disini jam 5:30 baru selesai jamaah shubuh.

Saking semangatnya juga disediakan sarapan sama bundo kanduang ditolak dengan halus gantinya snack basah saja, snacktime pagi kata mereka... Berdelapan didampingi datuk Bijo nan Hitam kami berangkat dengan kijang Kapsul BA 18XX MX. Jelajah kota-kota bersejarah kali ini adalah memastikan data dan napak tilas pendalaman materi adat dan budaya Minang sekaligus melihat langsung sisa-sisa neninggalan Minang zaman old.

Keluar dari Kota payakumbuh dilepas jembatan Ibuh yang menyambungkan sungai agam ke pasar tardisional Ibuh, zaman belanda disini banyak pemuda dan tokoh payakumbuh dibantai maka untuk mengenang dibuatlah Tugu Ibuh (Bundo Kanduang) yang menghadap ke jembatan.

Surau merantau - Alam Takambang Jadi Guru

Sepanjang jalan pagi ini masyakarat sibuk dengan berbagai aktivitasnya. Merambat menyusur bukit dan hamparan sawah yang menguning kadang membentuk sinklinal sesekali dipepet oleh perbukitan antiklinal membuat kami berdecak kagum bagai lukisan yang maha dahsyat, bahkan mungkin lukisan ini tidak akan pernah dibuat oleh manusia Indonesia sebelumnya sehebat Afandi pun tak akan mampu.

Kalau sahabat memasuki rumah penduduk yang hobi koleksi lukisan natural pasti ada lukisan peswahan dan alamnya pasti disana ada aliran sungai yang digambarkan dengan jernih. Nah, ... ini alam menjajar didepan mata kami, sangat Indah, namun sakit tersayat hati rasanya kok Indonsia masih impor beras dari luar juga. Tidak habis pikir, pas sekali untuk menggambarkan pepatah Minang, "arok diburuang tabang tinggi, punai ditangan dilapehkan." Ada uda/uni tolong dibantu apo maksudnyo?

Surau merantau - Alam Takambang Jadi Guru

Yah, kami hanya anak surau zaman now yang lebih bangga dengan baju nagari sendiri, mencoba peruntungan mendapat berkah dari kekayaan alam semesta Minang. Bersambuang... Belajar Asyik ... ala Surau Merantau
Payakumbuh-Bukit Marapalam-Pagaruyung-Batusangkar-Sawahlunto- Nagari Tuo Pariyangan- Luwak Tanah Datar

0 Komentar untuk "Alam Takambang Jadi Guru"

Back To Top