Merekam Jejak Rangmuda/i Surau Merantau Sekolah Alam Tangerang

Pendidikan Surau Merantau : Sejarah, Tujuan dan Responsibility

Surau Merantau Sejarah, Tujuan Responsibility


Pendidikan Surau Merantau : Sejarah, Tujuan dan Responsibility


Pertanyaan :
Mengapa Sekolah Alam Tangerang yang terletak di provinsi Banten mengadopsi Konsep Pendidikan Surau Merantau dari Sumatera Barat?

Jawaban Kami :

1. Alasan Sejarah. 

SISTEM PENDIDIKAN SURAU - MERANTAU TERBUKTI TELAH MELAHIRKAN BANYAK TOKOH NASIONAL INDONESIA

Pada awal kemerdekaan Indonesia,  sangat banyak tokoh nasional Indonesia berasal dari Sumatera Barat.  Misalnya : Bung Hatta,  Sutan Syahrir,  M. Natsir,  H. Agus Salim,  dll.

Lalu mengapa sekarang jarang ada tokoh nasional berasal dari Sumatera Barat? Apa yang berubah dalam sistem pendidikan di Sumatera Barat?

Anak lelaki Sumatera Barat zaman dahulu dibesarkan dengan sistem pendidikan "Surau - Merantau". Sayangnya sejak tahun 1950'an sistem pendidikan tersebut berangsur - angsur punah karena orang mengejar ijazah formal.

Alhamdulillah pada saat ini sistem pendidikan kita memungkinkan orang yang memiliki ijazah dari PKBM (Paket B dan C)  atau HomeSchooling untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang selanjutnya.

Dengan demikian saat ini adalah waktu yang tepat untuk mengadaptasikan konsep pendidikan Surau Merantau dalam pendidikan zaman NOW.

2. Kesesuaian Tujuan Pendidikan. 

Sejak tahun 2008 Sekolah Alam Tangerang menetapkan bahwa tujuan pendidikan nya adalah melahirkan generasi "AQIL BALIGH", yaitu generasi yang mencapai kematangan mental (= 'Aqil) berdekatan dengan kematangan fisik (= Baligh). Dalam konsep Islam,  tidak dikenal istilah remaja. Ketika seorang anak mencapai baligh,  maka saat itu ia mukallaf.  Remaja adalah masa kekosongan (selisih waktu)  antara tercapainya masa 'aqil dengan tercapainya masa baligh.

Untuk mempercepat kematangan mental tersebut,  siswa perlu diberikan berbagai tantangan hidup.
Sistem pendidikan surau - merantau memberikan kesempatan yang luas bagi para siswa untuk belajar hidup mandiri. Yang perlu dilakukan adalah melakukan adaptasi terhadap prinsip - prinsip pendidikan surau merantau ke dalam situasi zaman NOW.

3. Responsibility

Sangat disayangkan bahwa sistem pendidikan yang baik ini di negeri asalnya semakin ditinggalkan orang Minang. Modernisasi pendidikan yang mewajibkan setiap orang memiliki ijazah formal,  membuat sistem pendidikan surau merantau tidak lagi memiliki daya pikat. Saat ini pendidikan Surau telah terdegradasi menjadi sekedar TPA (Taman Pendidikan Al-Qur'an).

Namun sesungguhnya Undang - Undang Pendidikan saat ini yang mengakui ijazah dari pendidikan non formal (seperti Homeschooling dan PKBM) setara dengan ijazah formal,  memberikan peluang untuk MAMBANGKIK BATANG TARANDAM,  menghidupkan kembali sistem pendidikan Surau Merantau.

4. Globalisasi. 

Kemajuan teknologi internet saat ini semakin menghilangkan sekat - sekat antar bangsa. Informasi yang kita inginkan dari sebuah tempat sangat mudah kita peroleh dari internet.
Dampaknya antara lain, beragam metoda pendidikan dari mancanegara semakin banyak kita temui,  terutama di Jabodetabek.  Bila adaptasi dari pendidikan negara lain diizinkan, mengapa kami tidak boleh mengadaptasi sistem pendidikan Minang untuk pendidikan di Kota Tangerang?

Semoga Allah SWT meridhoi perjuangan ini.

Tangerang,  13 Desember 2017
Andri Fajria & Tik Santikasari Dewi

SM Surau Merantau
Sekolah Alam Tangerang

0 Komentar untuk "Pendidikan Surau Merantau : Sejarah, Tujuan dan Responsibility"

Back To Top