Belajar Makan
Pekan lalu saya dan Bunda Tik mendapat undangan dari sebuah sekolah boarding yang cukup ternama. Kami sharing tentang "Nutrisi sehat dan seimbang" untuk para santri kelas 9, dan "Kurikulum Aqil Baligh" untuk para Ustadz dan Ustadzah.
Dari sharing 2 sessi tersebut, sedikit pelajaran yang bisa diambil antara lain :
1. Penerapan kurikulum aqil baligh bisa dimulai dengan hal sederhana yang dibutuhkan setiap manusia, yaitu BELAJAR MAKAN.
2. Bila orang tua dan guru tidak menyadari bahwa makan adalah bagian dari materi pendidikan anak yang paling penting dan mendasar, maka di kemudian hari akan banyak orang yang makan segala macam, tidak memperdulikan dampaknya terhadap tubuh (akibatnya penyakit kronis saat ini bermunculan di usia semakin dini), atau makan tidak seimbang (karena terlalu banyak mengkonsumsi makanan favorit nya saja) sehingga terkena diabetes, kolesterol, dll.
3. Bahwa dalam "makan" tersebut terkandung banyak pembelajaran, antara lain : pengendalian diri, etika/tatacara/prosedur, spiritual/permohonan kepada Allah SWT, empati, kognisi (pengetahuan tentang zat makanan dan fungsi organ tubuh), tanggung jawab, dll.
4. Bahwa kurikulum aqil baligh dilakukan secara bertahap sejak usia dini sesuai dengan tahapan perkembangannya, dan harus mendapat dukungan dari orang tua / keluarga.
5. Berikut ini adalah aspek "belajar makan" yang kami lakukan di Sekolah Alam Tangerang :
A. Untuk anak usia TK (di bawah 7 tahun) :
- Makan makanan yang bervariasi
- Bertanggungjawab menghabiskan makanan
- Mengenali rasa dan tekstur makanan
- Memilih makanan halal
- Menghindari makanan yang menyebabkan tubuhnya sakit
- Bertanggungjawab membersihkan alat makannya sendiri
- Memelihara kesehatan gigi
B. Untuk anak usia SD :
- Mengetahui kandungan zat gizi dalam makanan
- Mengetahui manfaat zat gizi bagi tubuh
- "Grow what you eat"
- Mengolah makanan (cooking)
- Menjual makanan hasil olahan sendiri (hari pasar)
- Mengasah empati terhadap petani dan peternak
- Internalisasi rasa syukur kepada Allah SWT
C. Untuk rangmuda/i "Surau Merantau" :
- Menghitung kebutuhan kalori hariannya.
- Menyusun menu harian yang seimbang untuk dirinya sendiri
- Bekerja untuk menghidupi diri sendiri
Alhamdulillah ketrampilan makan ini sangat membantu salah seorang siswa kami (usia 4 tahun) saat dirawat di rumah sakit karena DBD. Kemampuannya makan berbagai makanan yang dibuat rumah sakit membuat kesehatannya cepat pulih kembali. Padahal beberapa waktu sebelumnya orang tuanya sering mengeluh karena anak ini hanya mau makan makanan tertentu.
Mudah mudahan tulisan sederhana ini menginspirasi para orang tua untuk membuat program "belajar makan" di rumah.
Tangerang, 31 Agustus 2016
Andri Fajria dan Bunda Tik
Sekolah Alam Tangerang
0 Komentar untuk "Penerapan Kurikulum Aqil Baligh Belajar Makan"