[00:00, 8/30/2016] Aan Andri Yulianto: "Live" Education
Pendidikan itu mahal! Ya relatif mahal, tergantung siapa yang menafsirkan. Sebab, pendidikan itu untuk kehidupan. Dan kehidupanlah yang menjadikan adanya pendidikan. Pendidikan yang hidup, dia bergerak dan menggerakan. Tidak berdiam diri, apalagi disatu ruangan sempit ruangan tertentu yang namanya kelas.
Dalam kehidupan sehari-hari sebuah keniscayaan kalau orang hidup bergaul tanpa persinggungan dengan orang lain. Persinggungan bisa berupa fisik, emosi dan pemikiran. Persinggungan dengan hal-hal tersebut inilah yang akan peserta didik alami, temui dan rasakan dikehidupan kelak. Suka atau tidak suka!
Dan sejatinya melalui pendidikan yang menghidupkan persinggungan tersebut bisa dijadikan materi hidup dalam proses pendidikan langsung.
Disinilah posisi kunci konstruk surau merantau mencoba menjembatani. Seperti hari ini, bagi sebagian sekolah hari ahad adalah hari bebas dan libur. Bagi rangmuda/i SM hari ahad menjadi hari yang ditunggu-tunggu, bukan karena bebas atau liburnya. Tapi karena ada kegiatan adventouring (adventure+touring).
Namanya adventouring, ya wajib jalan kaki sampai lokasi destinasi, kecuali ada tumpangan yang bisa ditebeng. Kalau ke goa surowono saja dua pekan yang lalu sekitar 13 km jalan kaki, kali ini ke candi tegowangi hanya 10 km. Candi warisan Hindu Majapahit hari ini (28-08-2016) cukup "singid" penuh sesajen dan dupa sebab ada upacara ngaben oleh umat hindu. Yang luar biasa justru umat hindu bukan dari asli sekitar candi mereka datang dari berbagai daerah, bali, malang, dan sebagian jawa timur.
Ketika kami sampai sempat wawancara singkat pad Mas Huda pengelola keamanan sekitar candi, "justru warga disini tidak ada satupun yang Hindu, semua Islam kecuali Kristiani yang dari dulu ya satu itu," demikian jelas mas Huda ke kami.
Hampir dua jam perjalanan dari camp lumayan cukup melelahkan akhirnya sampai juga, tentu banyak hal yang ditemukan langsung disepanjang jalanan menuju destinasi.
Menyusuri perkampungam yang khas, persawahan dan perkebunan serta pemandangan harmoni alam alam Desa menjadikan lelah ini menguap bak evaporasi pada siang hari. Sesekali kadang menyapa petani yang sedang bekerja atau memtik hasil taninya, nah ini kecerdasan lain yang dilakukan oleh salah satu rangmuda SM, hasilnya mentimun besar dan segar bisa menjadi pelengkap rasa lelah. Dan semua bisa mencicipi di sela-sela menepi jalan untuk istirahat.
Dari perjalanan yang sangat sederhana, bisa dirasakan "berbagai-bagai siring sorong bertindak" mengenal mereka karuniaNya yang tak terbilang, kami menyebutnya special moment.
"Saya kesal sama si x, karena gak mau gantian bawa barang kita," luapan kecewa salah satu diantara mereka.
"Maunya enak sendiri, pokoknya harus bertanggungjawab, dia harus ganti minum kita, coba kalau tidak duluan kan gak harus beli, jadi boros," kata yang lain. Padahal yang duluan juga berkontribusi membantu logistik mereka, walau hanya beberapa botol minuman.
Bahkan ada yang diam saja sambil menahan lelah tidak mengucap apa-apa, kecuali nyengir khasnya.
Sepulang dari jelajah, beberapa buah pepaya besar segar yang langsung didapat dengan harga murah dari petani atas insiatif dua rangmuda yang paling bontot berhasil digondol pulang, sebagai oleh-oleh perjalanan hari ini. Party pun digelarrr... Semua menikmati kecuali yang sudah lelap karena siang itu cukup membuat otot menuntut rehat. Tertidur!
Mungkin masih ada yang kurang nyaman, atas peristiwa dijalan tadi persinggungan satu sama lain. Puncaknya, lelahpun belum luluh oleh keluh. Dua diantara mereka saling meluapkan emosi dengan kata-kata, dan terjadilah persinggungan fisik. Mulanya bercanda adu kata, karena mungkin sedikit rasa sakit akhirnya saling balas. Sudah dilerai namun naluri sebagai "zoon politicon", merasa belum puas berlanjut dengan mencari kesempatan untuk membalasnya. Persinggungan kadang membuat lelah fisik dan fikiran, itu juga yang mereka alami. Tapi akan menjadi indah ketika dimenej dengan natural 'fitrah'. Dari sini kami belajar live education, pendidikan langsung dari kehidupan nyata dilapangan. Bagi penganut pendidikan barat mengistilahkan long life education salah satu tokohnya John Dewey yang digemari dan adopsi hampir diseluruh penjuru mata angin dunia pendidikan. Bagi mentor SM kami menyebutnya "live" karena kita secara langsung dibentuk oleh suatu kondisi nyata yang sangat alami terjadi, berlangsung tanpa dibuat-buat atau direkayasa.
Karena masih berlanjut, akhirnya pelajaran tentang persinggungan dengan selain pribadi diri kita bisa dialami, dirasakan, dipelajari dan kemudian di ambil hikmahnya. Bahwa, setiap perbedaan akan menjadi warna warni dalam kehidupan nyata kita. Dan bagi yang mampu mengelolanya akan menjadi energi dan modal besar dalam menapaki jalan kehidupan yang tidak datar.
"Kalau masih ingin saling membalas, boleh marah tapi tidak boleh dendam," kata kami spontan. Rupanya masih ada rasa ingin saling membalas, "kalau kalian berdua masih saling mau membalas boleh, tapi laki-laki harus berani, bukan dibelakang tapi di arena pertandingan. Dan gelaran pertandingan tanpa persetujuan KONI atau IPSI dengan sub pertandinagan "silat bebas" pun tidak kalah seru seperti yang diadakan tahunan di Padepokan IPSI TMII. Setelah beberapa ronde dilalui, mentor melihat mereka sudah cukup saling menggunakan jurus2 silat bebasnya, akhirnya pertandingan ditutup dengan skor yang menegangkan.
Beda tipis, tidak ada yang kalah. Mereka berdua menang, yang satu menang karena keberaniannya "naik ring dan maju ke arena". Yang satu lagi menang karena sudah sangat baik "cara melepaskan pukulan" dan memainkan seni beladirinya. Pertandingan ini kita saksikan yang menang adalah saudara kita "X" dalam kategori "berani" dan Y dalam kategori "penggunaan jurus terbaik". Dan persinggungan selesai dengan saling salaman dan sorak sorai dari para supporter dadakan mereka masing-masing, sambil tersenyum dan merasa puas mereka berdua menyelesaikan di arena dengan cukup baik. Persinggungan berubah menjadi persaksian bahwa belajar langsung dari setiap persoalan yang hadir menjadikan kita berani untuk hidup lebih baik dan berani memperbaiki kehidupan.
Malamnya, rangmuda membuat komitmen bahwa tidak akan mengulangi untuk melakukan hal yang tidak nyaman buat sahabat lainnya.
Maafkan kami Ayah dan Bunda bukan maksud kami ingin saling menyakiti, namun kami memang masih sering khilaf diri, dan bimbingan dan doa Ayah dan Bundalah yang menjadi keyakinan kami untuk mampu memaknai setiap peristiwa yang hadir dan menjadi petunjuk keajaiban buat kami.
(bersambung)
#Peristiwa dalam tulisan ini adalah hanya refleksi belaka, jika ada kejadian yang dituliskan adalah kejadian sesungguhnya🙏
#Aan-Mentor SM
0 Komentar untuk "Live Education, Dia Bergerak Dan Menggerakan"