Pendidikan "Surau Merantau" : Tinggal di Surau, tapi bukan boarding school
Beberapa orang bertanya kepada kami, apakah SM "Surau Merantau" adalah boarding school ?
Hmm......Agak sulit bagi kami untuk menjelaskan hal ini menggunakan model pendekatan pendidikan formal yang umum diketahui oleh masyarakat saat ini.
Memang ada hal yang sama antara SM "Surau Merantau" dengan boarding school, yaitu siswa menginap di tempat yang disediakan sekolah, dan ada guru yang mendampingi para rangmuda/i di tempat tersebut.
Tapi terdapat beberapa perbedaan, antara Surau Merantau dengan boarding school diantaranya:
1. Interaksi dengan keluarga di rumah.
Setiap boarding school membuat aturan yang ketat, bahwa siswa hanya boleh pulang ke rumah orang tuanya setiap selang waktu tertentu, misalnya sebulan sekali.
Di "Surau Merantau" para rangmuda/i bisa pulang mengunjungi orang tuanya setiap saat (dengan berkoordinasi dengan mentornya), sebagaimana dulu para anak laki - laki Sumatera Barat boleh mampir ke rumah gadang untuk makan siang atau untuk suatu keperluan. Situasi belajar di Surau tidak menghalangi mereka untuk bersilaturrahim dengan keluarganya.
2. Interaksi dengan masyarakat.
Dalam sistem pendidikan boarding school, aktivitas siswa ada dalam lingkungan yang relatif tertutup dari masyarakat sekitar, dan berkutat dari asrama ke sekolah lalu kembali ke asrama.
Para rangmuda/i "Surau Merantau" tinggal dalam lingkungan yang berbaur dengan masyarakat sekitarnya. Para rangmuda sering mengikuti kegiatan seperti ta'lim di masjid, pengajian keliling, kerja bakti, dan tahlilan. Dalam hal ini mereka mendapatkan apresiasi positif dari masyarakat, mengingat jarang sekali anak se usia mereka mengikuti acara semacam itu.
3. Fokus pelajaran.
Pembelajaran di surau diawali dengan menumbuhkan kemampuan "mengurus dirinya sendiri", seperti : belajar mencuci baju, membersihkan kamar mandi, mengurus rumah, memasak, dan lain- lain. Kemampuan mengurus diri sendiri merupakan prasyarat mereka untuk bisa pergi merantau.
Ada kalanya kesibukan belajar mengurus diri sendiri ini menyebabkan mereka tidak perlu datang ke sekolah. Sebab makna "belajar" tidak boleh dipersempit menjadi sekedar "belajar akademis" semata, namun "belajar hidup" adalah pelajaran yang sangat penting.
Demikianlah sekelumit informasi tentang SM "Surau Merantau". Semoga bermanfaat.
Tangerang, 7 Desember 2017
Andri Fajria dan Tik Santikasari Dewi
Sekolah Alam Tangerang
SM "Surau Merantau

0 Komentar untuk "Pendidikan Surau Merantau : Tinggal di Surau, tapi bukan boarding school"