Merekam Jejak Rangmuda/i Surau Merantau Sekolah Alam Tangerang

Kumpulan Puisi Rangmuda Rangmudi


Kumpulan Puisi Rangmuda Rangmudi


FOR ANYBODY, WHO I LOVE IT (MY PARENTS)
karya : Syifa Syahidah

Kau ukir kerut wajah
Setiap harinya
Menghadang dahsyatnya badai
Menahan dinginnnya kehidupan
seorang diri tanpa mengenal lelah
Pelukanmu,
Selalu siap menguatkanku
Nasihatmu,
Selalu siap terucap dari mulutmu
Tanganmu,
Selalu membahagiakanku
Setiap tahun, bulan, hari
Menit dan detik
Kau, selalu menampakkan
wajah kebahagiaan di depanku
Tanpa Peduli
Kesedihan yang ada di hatimu
Kau, selalu mementingkan
kebahagiaanku
dari pada kebahagiaanmu sendiri
Padahal
Betapa seringnya
Aku memperlakukanmu
Dengan tidak pantas
Membentak, Mengeyel, Mengejek
Tapi, terima kasih
terima kasih atas kesabaran
dan ketabahanmu
yang seluas samudera
Setinggi angkasa
All of my parents…
My mom, my dad
My teacher,
Thank you for everything you gime to me.
Maafkan aku
Yang selama ini,
Selalu membuat
Kesalahan
Selalu membuat
hati umi, abi, dan mentor
Sakit.

GURU
karya : Fathurrozi

Dinginnya embun pagi
Panasnya terik matahari
Tak membuat kau merasa lelah

Guru,
Kau tak kenal lelah
Rela mengajarkan kami di sekolah
Agar menjadi generasi bangsa
Yang mendatang

CAHAYA
karya: Iqbal Hanif

Oh cahaya
Alangkah pentingnya engkau
Kau menerangiku di gelap malam
Kau yang member petunjuk menuju rumah kepadaku
Kau pula yang menerangi buku untuk ku pelajari di malam hari
Kau tak pernah bosan menemaniku
Untuk segala hal yang kau lakukan
Walaupun kau diperantarakan oleh lampu
Dan mereka menganggap lampulah yang penting
Tetapi aku akan membelamu
Karena engkau
Bukan hanya dari lampu saja
Kau bisa dari matahari
yang terbit di pagi hari
Serta di malam hari
Oleh pantulan sinar matahari kepada bulan yang indah

POHON
karya : Fathan Rafa Kamil

Aku pohon, aku tinggal di Kalimantan
Disini aku sudah beribu-ribu tahun lamanya
Cucuku pun sudah banyak disini
Tapi lama-kelamaan
Temanku, cucuku, keluargaku
Menghilang tak tau kemana
Keesokan harinya
Ada seseorang dengan senter ditangan
Dan dia mengukurku
Kukira dia akan menghiburku
Saat malam dia datang
Dengan lebih banyak temannya
Tiba-tiba 
Dia merobek jantungku
Membawaku, memotongku dan membakarku
Serta menjadikanku
Pensil dan Kertas

AIR
karya : Rayhan Muhammad

Air oh air
Kita setiap hari minum air
Kita tidak boleh membuang-buang air
Lihat diluar sana
Di Afrika
Dia kekurangan air
Air kotor pun dia minum
Dan kita
Air bersih saja di buang-buang
jadi, kita tidak boleh membuang-buang air

AYAH
karya: Farros Kashikoi Murtadho

Panasnya sengatan matahari
Dan dinginnya hujan
Tak kau hiraukan
Ayah, kau berjuang 
Demi menafkahi keluargamu di rumah
Bekerja tiada lelah
Untuk kami semua
Oh ayah
Kaulah yang paling kami cintai

GURUKU
karya : Madyan Alfath

Guru oh guru
Kau adalah pahlawan tanpa tanda jasa
Walaupun kau pahlawan tanpa tanda jasa
Tapi engkaulah yang mengajariku
Mulai dari membaca dan menulis
Guruku,
Rasa kesal kau lalui pada anak-anak muridmu
Maafkan aku guruku
Walaupun kamu kesal kau lewati kekesalan itu dengan senyuman
Kau sebenarnya tidak kesal kalau kami tidak membuat kesal
Maafkan aku guruku.


0 Komentar untuk "Kumpulan Puisi Rangmuda Rangmudi"

Back To Top