Merekam Jejak Rangmuda/i Surau Merantau Sekolah Alam Tangerang

Mempersahabatkan: Dua Karakter Yang Berbeda



Mempersahabatkan: Dua Karakter yang berbeda


Ternyata, sangat efektif ketika kita bisa mempersahabatkan Kedua karakter yang berbeda,
Mereka saling mengisi dan mengingatkan satu sama lainnya,
Mulanya ragu, Namun konsep mulia ini hadir untuk menyatukan,

Anshar dan kaum Muhajirin mungkin yang pernah terjadi,
Satu-satunya masa di kolong langit hanya beberapa saat
Setelah kedatangan Rasul Mulia mereka bisa menyatu, bersinergi
Ta-akhi (saling mempersaudarakan) itulah konsepnya.

Ratusan tahun yang lalu berjalan sebagai katalisator
Integrasi sosial -imani- terwujud tanpa embel-embel lain,
jauh sebelum digagas Emile Durkheim tentang integrasi sosial dan kesadaran kolektifnya atau pendahulunya Maistre, St. Simon, dan Comte.

Semoga dimampukan mewujudkannya,
Sampai mereka berserak mengarungi belahan Bumi lainnya.
Dan satu diantara mereka ingat laku masa kecilnya.
Ya sudah bersenandung saja,
Terus bersenandung,

Karena persahabatan hakiki bukan karena satu Ayah atau Ibu,
Tapi satu keyakinan Imani bahwa kita lahir untuk bermanfaat bagi yang lannya.
Selanjutnya, tunggu saja kejaiaban-keajaiban menyertai kita dengan banyak sahabat, kelak... termasuk saat ini!
Terimakasih sahabat... saudara perjuanganku....

#
Dulu kita sahabat
dengan begitu hangat
mengalahkan sinar mentari

Dulu kita sahabat
berteman bagai ulat
berharap jadi kupu-kupu

Kini kita berjalan berjauh-jauhan
kau jauhi diriku karena sesuatu
mungkin ku terlalu bertingkah kejauhan
namun itu karena ku sayang

Persahabatan bagai kepompong
mengubah ulat menjadi kupu-kupu
persahabatan bagai kepompong
hal yang tak mudah berubah jadi indah

Persahabatan bagai kepompong
maklumi teman hadapi perbedaan
persahabatan bagai kepompongna na na na na..

Semua yang berlalu
biarkanlah berlalu
seperti hangatnya mentari
Siang berganti malam
sembunyikan sinarnya
hingga dia bersinar lagi

Dulu kita melangkah berjauh-jauhan
kau jauhi diriku karena sesuatu
mungkin ku terlalu bertingkah kejauhan
namun karena ku sayang

Persahabatan bagai kepompong
mengubah ulat menjadi kupu-kupu
persahabatan bagai kepompong
hal yang tak mudah berubah jadi indah

Persahabatan bagai kepompong
maklumi teman hadapi perbedaan
persahabatan bagai kepompong
Ke pom pong
na na na na na

Surau Yazid Center,
Surau Merantau SAT
26-08-2016

https://www.facebook.com/andri.yulianto.3150/posts/1254997654524853

0 Komentar untuk "Mempersahabatkan: Dua Karakter Yang Berbeda"

Back To Top