[18:55, 8/2/2016] Aan Andri Yulianto: Indahnya
Ketulusan dan Kebersamaan bersama Surau Merantau
(Edisi Rantau ke Pare)
Assalamu'alaikum,
Bismillaahirrahmaanirrahim,
Pagi sampai jelang malam ini, tak henti-hentinya kami
bersyukur, penuh harap dan berserah diri kepada Allah Tuhan Semesta Alam.
Tentu ada rasa ragu didalam hati, namun melihat ketulusan
dan optimisme serta haru harap dari Ayah dan Bunda pagi tadi.
Lebih-lebih pindahnya tanggungjawab berbuah pahala ini
adalah bagian dari jihad (yang disampaikan salah satu Ayah yang mewakili dalam sambutan)
disertai doa tulus dari semua civitas Sekolah, bukan hanya para guru, adik2 TK
dan SD pun mengucap doa kepada kami.
Bahkan sampai detik ini iringan doa para guru menjadi
energi tanpa henti, menggerakan jiwa dan optimisme.
Kami yang belum tahu apa yang akan terjadi bersama
mereka? Menjadi yakin, ini adalah tugas bersama, membersamai tumbuh dan
berkembang bersama. Kewajiban bersama menghantarkan aqil-baligh mereka.
Dan kami mentor surau merantau merasa paling berbahagia
karena telah dikumpulkan oleh orang-orang yang memikiki visi bersama yang
saling mengokohkan.
Terimakasih atas tugas ini kami sampaikan kepada
Pimpinan, Manajemen SAT, Bapak Andri dan Bunda Tieq. Yang telah memberikan
kepercayaan sepenuhnya untuk mengawali bergerak melangkah menuju program Surau
Merantau menjadi pioner pendidikan karakter berbasis "local wisdom",
mualaqun bilmasaajid (mendekatkan rangmuda terpaut hatinya dengan tempat sujud,
surau).
Dan pasti setiap langkah kebaikan ada banyak tantangan
kedepan, maka puncak dari kekuatan menghadapi tantangan dalam manajemen apapun
adalah sinergi, kita bersama: orangtua, rangmuda dan surau merantau.
Hari ini, bukan hanya sejarah bagi rangmuda/i karena
diawal masuk sudah langsung merantau. Jauh melebihi target kompetensi konstruksi
dasar pendidikan kita, surau merantau.
"Surau Merantau adalah sebuah konstruksi moving
education untuk mewujudkan "the resonsible natural shepherd" yang
khas sesuai dengan potensinya masing-masing, melalui upaya persiapan dan
pembekalan hidup (surau) serta penjelajahan dan pembelajaran kepada dan guru
alam, guru hidup, serta guru ilmu (merantau), sehingga terbentuklah generasi
aqil-baligh yang tangguh, berkompetensi hidup, dan beribadah kepada Allah.
(Konstruk Pendidikan Surau Merantau, 2016).
Selanjut, hari ini juga bagian dari sejarah kita Sekolah
Alam Tangerang, kakak mentor dan orangtua rangmuda/i. Karena sejatinya kita
yang sedang banyak belajar dengan mereka rangnuda/i. Belajar mengelola hati
dan.jiwa.
Tanpa dorongan dan doa Ayah dan Bunda program ini tidak
akan berjalan dengan baik. Sukses menuju puncaknya. Amin.
Terimakasih tak terhingga telah mendampingi dan ikhlash
melepas bersama kami.
Doa Ayah dan Bunda yang meneguhkan kami selalu dinanti.
Dan kehadiran (presence) kita bersama berkumpul berharap
bersama dalam Surau Merantau adalah atas karuniaNya, Rabbul'alamin. Bukan
sebuah kebetulan.
"Masa lalu saya adalah milik saya, demikian juga
masa lalu kalian adalah milik kalian, tapi masa depan adalah milik KITA. (Eyang
Habibie, Guru Ilmu dan Kehidupan).
Jazakumullahkhairan.
Mentor Surau Merantau
Andri Yulianto
Andri Yulianto
Brebes, 18:55
Dalam Mataramaja
Dalam Mataramaja
2 Agustus 2016

0 Komentar untuk "Indahnya Ketulusan dan Kebersamaan bersama Surau Merantau"